Showing posts with label ISAT. Show all posts
Showing posts with label ISAT. Show all posts

ISAT & QTEL vs TLKM

Posted by Investor Awam | Thursday, March 12, 2009 | , | 1 comments »

Know yourself and know your enemy and you'll never be afraid of a thousand battles.

Sun Tzu The art of war

Akhirnya tender offer ISAT berakhir. Tgl 4 mar dan 5 mar 09, Qatar Telecom (Qtel) juga sudah membayar kepada para pemegang saham ISAT. Totalnya sebesar Rp 9 triliun (24,19% saham harga Rp 7.388) di BEI dan NYSE.

Setelah debu turun, Qtel akhirnya menjadi pengendali di ISAT dengan 65% saham. Sedangkan saham milik publik tinggal tersisa 20,71%. Selebihnya, 14,29% saham milik Pemerintah Indonesia.

Berita2 akuisisi saham ISAT sudah menghangat sejak STT (anak perusahaan SingTel dan Temasek) menjual 40,8% saham ISAT ke QTEL. Berita demi berita tentang ISAT selalu dilaporkan, namun sangat disayangkan tidak ada satupun analis yang menganalisa siapa itu QTEL sebenarnya, bagaimana Qtel menjalankan usahanya, dll. Yang diberitakan cuma tentang ISAT doang.

Investor2 TLKM juga ikut2an terkena aksi takut serta "wait and see" apa yang akan dikerjakan QTEL. Tentu saja dalam hal ini laporan keuangan ISAT yang dulu2 menjadi kurang relevan, karena akan ada uang baru, manajer baru, struktur baru, dan strategi baru di ISAT (yang notabene diotaki QTEL).

Setelah googling beberapa saat, akhirnya saya menemukan sedikit tentang QTEL. Jadi buat investor2 ISAT dan TLKM, semoga ini bisa membantu.

QTEL: ini sumbernya
1. profil: Qatar Telecom berada di industri telekomunikasi di Qatar, Doha. QTEL beserta anak perusahaannya menyediakan jasa telekomunikasi baik dalam dan luar negri khususnya ASIA dan wilayah MENA. QTELterdaftar di Abu Dhabi Securities Market, Doha Securities Market, London Stock Exchange dan Bahrain Stock Exchange.

2. Financial Ratios:

Year 2004
2004-12-31
2005
2005-12-31
2006
2006-12-31
2007
2007-12-31

Liquidity Ratios
Current Ratio 1.62 1.59 1.23 0.61
Profitibility Ratios
Operating Margin% 56.80 34.24 35.61 24.90
EBITDA Margin % 64.75 44.90 60.48 48.50
Net Profit Margin % 61.16 33.41 36.40 16.14
Return on Assets % 31.19 17.87 22.21 9.38
Return on Equity % 43.77 25.02 34.78 28.16
Gearing/ Debt Ratios
Debt - Equity Ratio % 36.47 49.62 56.29 584.99

Yang paling menarik pandangan saya adalah tentang DER perusahaan. Gila tahun 2007, hutang perusahaan 5,85 kali equitas perusahaan. Padahal tahun sebelumnya hanya 56% ekuitas.

Margin perusahaan dari super great to good only.

ROA menurun dari 31% menjadi 9% dalam 4 tahun. ROE bisa bertahan di level 20+% adalah kerana penggunaan hutang yang berlebihan.

3. Laporan Keuangan
Year 2004
2004-12-31
2005
2005-12-31
2006
2006-12-31
2007
2007-12-31

Assets
Total Current Assets 1,849,418 2,210,961 2,405,490 5,872,532
Total Assets 5,053,052 6,376,306 7,801,952 47,263,592
Liabilities
Total Current Liabilities 1,140,600 1,386,988 1,957,313 9,596,430
Total Liabilities 1,350,471 2,114,714 2,809,965 40,363,696
Shareholders Equity
Total Shareholders Equity 3,702,581 4,261,592 4,991,987 6,899,896

Year 2004
2004-12-31
QAR ' 000
2005
2005-12-31
QAR ' 000
2006
2006-12-31
QAR ' 000
2007
2007-12-31
QAR ' 000

Revenues
Net Revenues 2,346,104 2,982,400 4,420,437 10,373,430
Gross Profit 2,346,104 2,982,400 4,440,656 10,394,245
Earnings before Interest, Taxes, Depreciation & Amortization (EBITDA) 1,519,140 1,338,997 2,673,514 5,030,915
Earnings before Interest & Taxes (EBIT) 1,332,652 1,021,260 1,574,252 2,583,444
Earnings After Tax 1,457,159 1,093,472 1,654,716 1,877,993
Net Earnings to Equity Holders 1,434,886 996,497 1,608,992 1,674,310

Year 2004
2004-12-31
2005
2005-12-31
2006
2006-12-31
2007
2007-12-31

Cash Flow
Net Cash Flow - Operating Activities 2,464,167 1,438,541 2,077,033 17,400,905
Net Cash Flow - Investing Activities (1,521,826) (1,249,200) (1,651,198) (37,093,318)
Net Cash Flow - Financing (934,148) 85,149 (654,511) 21,525,822
Cash & Equivalents End of Year 1,370,869 1,645,359 1,416,683 3,250,092



Sekilas sepertinya pada tahun 2007 lalu, perusahaan menetapkan aksi nekad. Lonjakan operating cf perusahaan sanagt mengagumkan hampir 9x dari tahun sebelumnya. Namun pada saat yang sama financing CF ( yang juga lebih kurang bisa di anggap capex) perusahaan melonjak drastis. Sepertinya ada aksi akuisisi dimana2 dengan menggunakan hutang besar2an. Menurut saya adalah suatu tindakan yang cukup beresiko. Kali berhasil untung besar, kalau gagal bisa berantakan banget.... Tahun 2007, FCFE perusahaan negatif (17jt -37jt).


TLKM: bisa dilihat di www.idsaham.com atau bahasan sebelumnya:
Rasio
2007 2006 2005 2004 2003 Sep-08 Jun-08 Mar-08 Dec-07 Sep-07
Risk


Current Ratio 0.47 0.50 0.44 0.51 0.52 0.43 0.55 0.42 0.47 0.42
DER
1.43 1.68 1.67 2.10 1.90 1.64 1.82 1.27 1.43 1.41
Debt Ratio
0.59 0.63 0.63 0.68 0.66 0.62 0.65 0.56 0.59 0.59
Management


ROE %
38.10 39.21 34.32 36.49 35.16 8.05 20.73 8.88 9.00 10.04
ROA %
32.26 28.74 27.62 25.97 23.82 5.48 14.53 8.00 8.01 8.93
Op. Margin (%) 44.54 42.10 41.07 42.97 44.17 32.66 41.31 41.37 46.47 45.28
Net Margin (%) 21.63 21.46 19.12 19.48 22.45 18.18 20.87 20.28 21.47 21.10
Inventory TO 281.12 240.45 189.75 167.16 176.07 36.06 102.15 62.28 66.93 74.78
Receivables TO 0.07 0.08 0.09 0.10 0.11 0.26 0.13 0.23 0.28 0.26
Valuation


NTA (/share) 1,525 1,179 933 632 606 1,510 1,394 1,663 1,525 1,413
FCFE (/share) 632 511 441 320 275 319 216 102 632 401
PER
10.01


PBV
3.81


Div Yield % 4.70









Secara fundamental TLKM masih sangat kokoh dari segi margin, ROE dan ROA, serta struktur hutang yang lebih kecil dibandingkan QTEL.



TLKM vs QTEL: head to head

Rasio (2007)

TLKMQTEL
Risk
Current Ratio0.470.61
DER
1.435.84




Management
ROE %
38.1028.16
ROA %
32.269.38
Op. Margin (%)44.5424.90
Net Margin (%)21.6316.14















Lanjut baca artikel seru di atas....

ISAT Indosat - opini saya

Posted by Investor Awam | Thursday, January 29, 2009 | | 1 comments »

Ini sekilas info yang saya kutip dari etrading.co.id:

  • Qatar Telecom mulai melaksanakan penawaran tender atas 24,19% saham PT Indosat Tbk pada 20 Januari – 18 Februari 2009 senilai maksimal Rp9,71 triliun secara serentak di Indonesia dan Amerika Serikat (1,31 miliar saham seri B dan American Depositary Shares Indosat yang tercatat di New York Stock Exchange dengan harga Rp7.388 per saham atau setara dalam dolar AS per ADS pada 20 Januari).
  • Qtel wajib melaksanakan tender offer setelah mengakuisisi 40,81% saham Indosat pada 22 Juni 2008 dan telah ditentukan oleh Pemerintah Indonesia bahwa batas maksimal pemilikan Qtel di Indosat 65%.


Harga hari ini (29/1/09) adalah 5650.

Menurut saya, permainan di atas tidak lagi mengacu pada fundamental perusahaan, tetapi sudah mengarah pada probabilitas (baca: judi... hehe) apakah tender offer Qtel akan berhasil atau tidak? Hasilnya akan ada 2 kemungkinan:
jika TO berhasil ----> harga saham menjadi 7300
jika TO gagal ----> harga saham akan jatuh menjadi sekitar rp4000. (anggapan probabilitas 50%-50%).

Coba lihat struktur kepemilikan saham ISAT di bawah ini. Silahkan anda sendiri menilai apakah QTEL mampu mendapatkan 24,19% saham lagi? Yang dimiliki investor2 retail hanya 10,5%. Sisa 14% harus diperoleh QTEL dengan melobi investor mayoritas agar Tender Offernya berhasil. Dalam hal ini agar TO dapat berhasil, tergantung bagaimana negosiasinya dngan pemegang saham seperti Fidelity, Goldman Sach, Noonday dan Skagen. Saya kira pemerintah Indonesia tidak akan menjual kepemilikannya, mengingat telekomunikasi adalah isu politis (ingat apa yang terjadi di Thailand?)

Struktur kepemilikan saham sementara ini adalah sebagai berikut (dari IMQ21.com):
Shareholders
www.idsaham.com
Shareholder Name Procentage
Saham Seri B :
Indonesia Communications Limited,Mauritius 39.9572%
Pemerintah Republik Indonesia 14.2921%
Pemegang Saham > 5% :
Fidelity Entities 11.7514%
Goldman Sachs & Co 8.6430%
Noonday (Farallon Entities) 7.9542%
Skagen Funds (Sakgen AS) 6.0300%
Indonesia Communications Pte.Ltd.,Singapura 0.8528%
Directors :
Raymond Tan Kim Meng 0.0041%
Wahyu Wijayadi 0.0028%
Wong Heang Tuck 0.0014%
Johnny Swandi Sjam 0.0006%
Fadzri Sentosa 0.0002%
Others 10.5103%


Lanjut baca artikel seru di atas....

ISAT Indosat

Posted by Investor Awam | Monday, July 28, 2008 | | 0 comments »

Indosat Tbk PT (Berlin Stock Exchange)

Background
The company was founded in 1967 by America Cable & Radio Corporation, a subsidiary of international Telephone and Telegraph (ITT) USA. In 1980, the Government of Indonesia took over all equities, making the corporation a state owned enterprise of limited liability. The company links callers in Indonesia with 240 countries around the globe through four international gateway: one each in Jakarta, Medan, Batam and Surabaya. Services include telephone calls, telex, telegrams, data packet switching, facsimile store and forward, inmarsat mobile communications, leased lines, video conferencing and television channels. The company holds interests in four other companies. Asean Cableship Pte. Ltd. (ACPL), 16.7% of whose shares are owned by Indosat, is a company operating in the laying and maintenance of submarine cables; PT Aplikanusa Lintas Artha, in which Indosat has 18.8 % shares, is a direct data communications and data packet switching company founded in corporation with PT Telkom; PT Satelindo, in which Indosat holds 7.5% of shares, operates in satellite communications, cellular telephone and international telecommunications. The company also owns 15% shares of PT Bangtelindo, a company operating in construction design and management services for telecommunications facilities, and 35% shares of PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel) as a joint venture between PT Telkom, Setdco Megacell Asia and PTT Telecom BV Belanda, which provides cellular GSM services. The company has overseas shares investments in Suginami TV Cable and Production House (Japan), domestic telecommunication carrier, Camintel SA (Cambodia) and the USA-Global Link. On October 2, 1997, the company purchased convertible bonds worth Rp 150 billion from PT Citra Televisi Pendidikan Indonesia (CTPI). The bonds will mature in five years and have a coupon rate of 7%, which can be converted later into PT CTPI shares. Therefore, the company’s share in CTPI will amount to 30%. Through subsidiary, PT Sisindosat, PT Indosat became part of the Iridium global satellite consortium in October last year. With a 10% stake in the consortium, Indosat will provide satellite services in Indonesia. In March 1999 Indosat forged an alliance with Citibank N.A. to launch the Credit Card Calling Service (CCCS), a credit card that can be used to make international telephone calls. In May this year, the company plans to purchase a majority shareholding in PT Excelcomindo Pratama, the third cellular phone operator in Indonesia to apply GSM technology.

Business
Business : International Telecommunication Service
Sector : Telecomunication (73)
Company Status : PMDN
Foundation : 1967

Shareholders Saham Seri B :
Indonesia Communications Limited,Mauritius 39.96%
Government Indonesia 14.29%
Indonesia Communications Pte.Ltd.,Singapura 0.85%
Directors :
Wahyu Wijayadi 0.01%
Raymond Tan Kim Meng 0.01%
Public 44.88%

Ini spreadsheet hitungannya:

http://spreadsheets.google.com/pub?key=pjRxpwjWzxzgAMQRae3dlbA

Ini comment lengkapnya:

Balance Sheet: Pertumbuhan stabil dan konsisten di semua lini. Namun sayang sepertinya hutang perusahaan bertambah lebih cepat dari modal: DER 2003 1.16 naik menjadi 1.74 pada tahun 2007. Quick Ratio juga turun dari 2.18 pada tahun 2003 menjadi 0.93. Walau kondisi ini belum kritis namun ada baiknya kita mewaspadai strategi perusahaan ini, terutama dari segi financing atau permodalan.

Analisa dari segi resiko: adaresiko financial walaupun belum mencapai titik kritis.

P&L:Ada peningkatan yang cukup konsisten pada penjualan, op. income, dan net income. Good! Ada catatn khusus pada tahun 2003.: net income lebih besar daripada op. income. Artinya, sebagian besar net income tersebut bukan berasal dari operasional (operasional) perusahaan. Ini berasal dari extraordinary item yang mungkin cuma muncul pada tahun itu saja. Jadi jika ada berita peningkatan net income yang luar biasa, kita harus mencermati apakah itu berasal dari perusahaan. Jika bukan kita harus hati2 karena bisa jadi kita akan kecewa pada net income tahun berikutnya.

Jika kita mengabaikan tahun 2003, ROE perusahaan berada di kisaran 9-12% saja berselang 5 tahun. Bad news! ROE yang tinggi pada tahun 2003 adalah karena net income yang meroket seperti dijelaskan di atas. ROA perusahaan juga berada pada kisaran 8-10% saja. Kelihatannya seperti perusahaan pas2an saja.

CF Statement: Wow! CF tahun 2007 Rp 8Trilliun!!!. Terlihat ada peningkatan yang cukup significant dari tahun 2003 ke 2007. Kalau dibandingkan dengan net income yang berada di sekitar Rp2T, ada indikasi perusahaan menyembunyikan kemampunannya mencetak laba. Rata pertumbuhan CF ISAT adalah 37%. Anggaplah CF ISAT hanya tumbuh 15% per tahun untuk 10 tahun ke depan, maka harga wajar ISAT adalah Rp16,000. Harga sekarang = Rp 6500, dan tender offer QTEL sekitar Rp7500. Jangan mau kita orang indonesia dibodoh2in.... Terlalu murah!

update terbaru untuk semua saham IDX:

www.IDsaham.com


Lanjut baca artikel seru di atas....