Harga Wajar vs Target Harga

Posted by Investor Awam | Monday, July 14, 2008 | | 5 comments »

Banyak teman saya bertanya tentang mengapa harga wajar saya bisa berbeda dengan target harga yang dibuat perusahaan2 broker. So sekiranya temen2 yang lain juga bertanya, ini penjelasan saya:

Harga wajar bukan lah target harga. Target harga adalah hasil stimulasi analisa teknikal. Sedangkan harga wajar/intrinsic value adalah perhitungan present value dari potensi CF perusahaan di masa mendatang.

Ini berkaitan dengan time-vale of money. Contohnya jika bunga bank adalah 10%, setelah setahun menabung di bank uang Rp1jt bertambah menjadi Rp1,1jt. Dua tahun kemudian uang kita bertambah menjadi Rp1,21jt,dst.

dec/2007: Rp 1jt


update terbaru untuk semua saham IDX:

www.IDsaham.com

dec/2008: Rp1,1jt

dec/2009:Rp1,21jt

dec/2010:Rp1,331jt

dst

Jadi untuk bunga 10%, Rp 1jt pada thn 2007 = Rp 1,331jt pada tahun 2010. Jika seseorang mengatakan akan memberikan Rp 1,331jt pada tahun 2010, itu sama artinya dengan ia memberikan uang Rp1jt sekarang. Bisa mengerti kan kira2?

Jadi untuk harga wajar, CF-CF dimasa mendatang itu kita ubah menjadi nilai uang sekarang. Setelah dijumlahkan, dapatlah kita harga wajar perusahaan itu.

Sederhananya, harga wajar adalah harga maximum yang boleh kita beli sehingga nilai yang didapat setimpal dengan uang yang kita investasikan. Saya senang mengambil contoh Innova. Seumpanya harga layak innova adalah 200jt. Jika anda membeli dengan harga 200jt, artinya nilai yang anda dapat setimpal dengan uang yang kita bayar. Anda juga tidak merasa tertipu dengan ini.

Jika mungkin karena ada promosi, anda mampu membeli innova dengan harga 150jt. Hal ini berarti anda mendapat discouted price dari harga wajar. Kalo ada yang tahu harga wajar Innova adalah 200jt, mungkin mereka bersedia membeli 180jt dari anda.

But only a fool will buy Innova more than 200jt. haha. Sorry2 bukan untuk menyinggung siapa2. Ada pengalaman pribadi juga kok dulu.

Kalo kita lihat cara warren buffet berinvestasi, dia akan selalu mencari harga2 diskon di pasar. So the question is : kapan ada obral? Jawabannya adalah pada saat resesi. Pernahkah anda mendengar istilah hype is always more than fact. Kalo ekonomi bagus, reaksi pasar adalah seakan2 market 3x lebih bagus daripada faktanya. Kalo ekonomi lagi jelek, reaksi pasar seakan2 hari kiamat udah tiba. Ini yang selalu terjadi.


update terbaru untuk semua saham IDX:

www.IDsaham.com

5 comments

  1. Anonymous // August 05, 2008  

    Setuju,bro....Gw suka dgn analisis ini.tp sy ada sedikit bingung gimana cara mengetahui harga suatu saham itu murah ato di katakan discount price.tq

  2. Investor Awam // August 07, 2008  

    bandingkan harga wajar dengan harga trading hari ini.
    Harga trading lebih rendah = diskon
    Harga trading lebih tinggi = mahal

  3. Anonymous // November 27, 2008  

    he he he he tapi sekarang pertanyaannya adalah :
    brapa banyak dan brapa kuat anda menahan diri untuk membeli atau menjual.....apabila resiko muncul setelah anda membeli atau menjual......
    .......

  4. gizta // April 24, 2009  

    mas aku mw tanya sekarang ini aku sedang ambil skripsi nilai wajar saham PT summarecon tahun 2007

    nilai intrinsiknya = -840
    nilai pasarnya = 1170

    gimana nih??
    apakah ada kesalahan fatal cara hitungnya??
    tapi kalo dibandingkan dengan nilai pasar tahun 2008 sebesar Rp 166
    kayanya ga salah2 banget,,,
    plizzz dijawab..
    thx a lot

  5. Investor Awam // April 24, 2009  

    @gizta

    nilai intrinsik minus terjadi apabila NPV dari cash flow2 yang digunakan untuk mengitung harga wajar negatif. Harga wajar negatif sangat mungkin terjadi (bahkan sebagian besar harga wajar saham2 IDX adalah negatif.. sad to say).

    Dalam corporate finance, NPV (harga wajar) negatif dapat diartikan sebagai suatu proyek yang akan merugikan jika diinvestasikan. Seumpama kita dikasih sebuah perusahaan "gratis" yang tidak produktif lagi (mesin rusak dan nggak produksi, gaji karyawan 3 bulan belum dibayar, serta jumlah hutang yang melebihi assetnya). Buntut2 bukan saja tidak menambahkan nilai kekayaan kita, perusahaan ini malah memakan dan mengurangi kekayaan kita karena kita harus menombok gaji, hutang, dsb.

    Makanya dalam membuat keputusan, hanya NPV positif yang layak dipertimbangkan.

    Harga wajar tentu saja tidak sama dengan harga pasar. untuk jangka pendek, harga pasar dikemudikan oleh beberapa faktor seperti fundamental dan sentimen, atau bahkan bisa dimanipulasi oleh beberapa oknum yang mencoba melambungkan nilainya. (ingat kasus enron diamerika yang harga menjulang tinggi sebelum terjun bebas ke tanah. harga wajar enron sudah negatif sejak 5 tahun sebelum kejatuhannya).

    Tapi untuk jangka panjang, hanya fundamental lah yang mempengaruhi harga sebuah perusahaan.

    semoga ini membantu.